Sabtu, 17 Mei 2008

kebangkitan nasional, kebangetan nasional


hari ini minggu tanggal 18 mei 2008
malam tadi saya baru saja di jogja untuk acara mocopat syafaat, dan banyak sekali materi yang saya dapatkan shingga pagi hari ini saya bisa posting untuk blog pribadi saya.

hari kebangkitan nasional yang oleh Harwanto disebut sebagai hari kebangetan nasional.
yang diperingati tepat seabad, tepatnya kebangkitan naional adalah dimulai tahun 1908, sebagai embrionya bersentra di kota yogyakarta. jadi secara kebetulan saya memperingati hari kebangkitan naional juga dikota dimana kebangkitan nasional itu ditanam untuk pertama kali. tepat seratus tahun kebangkitan nasional tahun ini dirayakan dengan kenaikan harga BBM. satu nasib tragis yang sedang dialami masyarakat dan penduduk Indonesia, maka pantas jika beberapa tamu dari Australia dan Indonesia mengatakan bahwa problematika yang dialami oleh bangsa indonesia doalami juga oleh masyarakat australia. sementara yang disebut dengan pemerintah selaku sing nduweni panguwasa untuk memlihara negeri ini dan itu sendiri tidak layak untuk disebut dengan pemerintah. mereka adalah penguasa yang masing-masing memiliki kepentingan pribadi maupun golongan maka tidak salah jika BBM naik maka mereka tetap tenang saja.

banyak cara memperingati kebangkitan nasional antara lain seperti halnya yang dilakukan oleh sofan sophian politikus, aktor dan suami widyowati. dia merayakan kebangkitan nasional dengan berkonvoi dengan motor besar harley davidson di jawa timur, dan sampai-sampai harus meninggal dijalan. semoga Allah memberikan petunjuk kepadanya. kenapa disaat rakyat akan terbebani dengan kenaikan BBM dia justeru mengadakan konvoi motor besar yang justeru boros BBM? ohhhhh. sayang sekali nasib berkata lain dengan menewaskanya dijalanan, diperbatasan klaten jawatengah. cak nun menyayangkan meninggalnya Sofan Sophian karena beliau adalah politikus yang bersih, justeru dipanggil Allah dalam kondisi yang demikian.

diantara permasalahan kenaikan BBM maka ada beberapa hal yang menjadi sorotan seorang romo dari jogja beliau mengatakan bahwa kelangkaan nasi atau beras pada beberapa dekade yang akan datang bisa diatasi dengan menanam tanaman seperti ganyong, umbi-umbian, sagu, telo, kimpul dll. beliau berpendapat "sebenarnay dengan mengharuskan rakyat indonesia memakan beras itu saja suatu bentuk penjajahan karena beras asli indonesia bibitnya saja sudah tidak ada karena varietas yang ditanam adalah prodak dari barat yang harus ditanam dengan pupuk yang merusak tekstur dan merusak tanah diindonesia, sehingga tanaman padi asli indonesia sudah tidak lagi bisa ditanam dan tumbuh dengan baik ditanahnya sendiri"
yang harus dilakukan rakyat adalah dengan memulai untuk mekan sumber karbohidrat selaian dari nasi, tidak harus yang membuat kenyang adalah nasi karena Indonesia kaya dengan sumber makanan.

BBM merupakan suatu titipan Allah yang harus dijaga jangan sampai anak cucu kita kehabisan stok BBM, dengan mengingat anak cucu yang akan menjadi generasi penerus negara Indonesia tentu jika orang bijak akan berpikir bahwa keserakahan yang dilakukan akan menimbulkan kemelaratan anak cucu sendiri.
maka cukup waras jika berhadapan dengan pemerintah sekarang yang memang sudak kebangetan bwanget. kenaikan BBM adalah simbol ketidak becusan negara mengelola dan memanajemen negeri yang sungguh-sungguh kaya.

sebagai pengetahuan saja harga BBM terendah adalah di venezuela yang perliter hanya Rp.315 sedang yang termahal adalah di Belanda yang mencapai Rp.17.000. sedangkan jika diindonesia maka yang terjadi adalah BBM dinaikan , sementara ada beberapa pihak yang menyelundupkan BBM keluar negeri untuk kepentingan pribadi semata. haaaaaahhhhh.....!!!! 100 deh....

untuk sebuah negeri yang sedang gonjang-ganjing atau malah belum gonjang-ganjing maka negeri ini telah dipimpin oleh beberapa pemimpin yang pertama ibarat pewayangan maka presiden pertamanya adalah Puntadewa, selanjutnya adalah Bima setelah Bima seharusnya Arjuna namun yang menjadi presiden bukan Arjuna tetapi Gareng. naah sesuai jalur seharusnya setelah gareng presdidenya adalah Petruk namun yang jadi malah Bagong atau bahkan Limbuk, inilah pemerintahan dinegeri ini seperti wayang sedang akan terjadi gara-gara. wedan po rak jan....................

Kamis, 15 Mei 2008

BBM

kenaikan BBM bukan lagi isu tapi tanggal 23 Mei medatang presiden akan resmi menaikan BBM.

SBY kelihatanya sudah yakin benar bahwa tidak akan ada pengaruh yang signifikan dengan kenaikan BBM ini terhadap kariernya di politik. padahal dahulu sebelum jadi presiden beliau yakin benar dan berjanji tidak akan menaikan BBM.

saya pikir sekarang SBY sudah yakin akan citranya dipoliik apalagi dukungan JN yang merupakan proyek SBY.

yaaa sudahlah apa boleh buat BBM hanya mungkin naik dan tidak mungkin turun kecual kasus 98 terjadi lagi di Indonesia. harrus ada korban dan membekas dimasyarakat.

semesinya SBY membenahi dahulu sistem pemerintahan yang ada sehingga tidak korupt sama sekali kalau sistem yang bejalan seperti ini terus kapan majunya bangsa ini?

dipanggung dunia SBY masih terlalu takut untuk besikap!! BLT yang hanya pelipur lara beberapa orang tidak akan cukup untuk memertahankan Indonesia ini.

usia indonesia tinggal berapa lama lagi to?

masihkah lama?

atau betul hanya sampai 2012 saja?

ahhh terlalu dini untuk memprediksi kehancuran Indonesia.

BBM:
  1. Bisa-Bisa Mabok
  2. Barang-Barang Mahal
  3. Bolak-Balik Mlaku
  4. Bener-Bener Mahal
  5. Baru Bisa Mimpi.

saya hanya berpesan kepada seluruh rakyat indonesia manabung dan bersabarlah serta ikhlas dalam menerimas setiap apa yang dikaruniakan kepada kita, dengan begitukedzaliman yang dilakukan oleh para pemimpin atas rakyatnya akan menjadi tanggungan pemimpin dan kita sebagai rakyat hanya bisa berdoa semoga jalan terang selalu diberikan kepada pemimpin dan kita semuanya Amin.

Jumat, 09 Mei 2008

NAGABONAR


NAGABONAR


Film lama yang dihadirkan kembali oleh aktornya, berlatar perjuangan
bangsa indonesia walau dalam filmnya sendiri mengatakan bahwa film ini
tidak ada hubungan sama sekali dengan perang kemerdekaan indonesia.
kesamaan nama tokoh dan peristiwa adalah hal kebetulan saja.film ini berdurasi kurang lebih 90 menit, bergenre komedi. dirilis
kembali oleh sang aktor mulai 8 Mei 2008. entah akan bertahan berapa
lama di bioskop apakah akan mendulang sukses seperti nagabonar jadi 2
atau sebaliknya. saya berharap kemauan Deddy Mizwar merilis ulang film
ini bukan hanya karena kesuksesan film ini namun lebih kepada karena
film ini berkualitas dan layak ditonton oleh masyarakat indonesia.nagabonar adalah tokoh rekaan asrul sani. seorang pencopet yang
diangkat menjadi jendral.
pagi itu nagabonar da bujang baru saja dibebaskan dari penjara karena
mencopet, bujang sebenarnya tidak mencopet tapi karena kesetiaanya pada
nagabonar sehingga dia ikut sahabatnya kepenjara dengan satu tujuan
yakni kalau dipenjara tidak perlu mikir makan. saat berjalan keluar
itulah mereka berpapasan dengan dua serdadu jepang yang sedang
teler/mabok lalu munculah hasrat nagaboat untuk mengerjai mereka saat
sudah dekat nagabonar sangaja menabrak kedua serdadu sehingga mereka
terjatuh kemudian nagabonar pura-pura menolong namun tanganya dengan
cepat menyambar jam tangan serdadu jepang dan si jepang tidak sadar
telah kecopetan.
nagabonar menemui bang Pohan orang yang sangat disegani Nagabonar yang
saat itu sedang mengadakan pertemuan di warung kedai kopi untuk
membahas rencana perjuangan menghadapi belanda(NICA), bersama beberapa
teman yakni lukman dll. nagabonar datag dan langsung menyalami Pohan
dan kawan-kawan.Pohan mengabarkan bahwa Indonesia sudah merdeka dan berkata
"HAY PEMUDA INDONESIA BANGKITLAH INDONESIA SUDAH MERDEKA"
beberapa saat kemudian nagaboanar terserang demam yang kemudian oleh
Pohan dibawa kerumah dokter zulmi orang belanda yang membela indonesia,
dirumah dokter zulmi nagabonar dirawat inapkkan, dengan gratis, bahkan
menyuruh anak gadisnya kirana untuk merawat Nagabonar.
beberapa hari kemudian NAgabonar berjuang dan sukses menghancurkan
markas penjajah dan menyerbu gudang amunisi.dihari lain mariam menyerbu rumah dokter zulmi namun rumah itu sudah
kosong karena Dr Zulmi dan keluarganya sudah diselamatkan dan
diungsikan oleh Nagabonar. saat nagabonar bertempur dia berada dibarisan paling depan dengan
gagahnya memerintahkan anak buahnya maju dan menggempur belanda. dia
tidak takut sama sekali dengan peluru dan meriam, karena yang paling
ditakuti adalah emaknya yang setiap saat mengomelinya karena sudah jadi
pencopet.nagabonar dan pasukanya serta kirana menjemput emaknya untuk pindah
karena keberadaanya sudah diketahui belanda. emaknya tidak mau
berangkat namuan setelah dibujuk-bujuk mau juga dengan syarat dia harus
digendong oleh nagabonar.sampailah nagabonar disuatu kampung disitu dia menginap disebuah rumah
yang sekaligus dijadikan markaz pasukan.belanda mengajak berunding, maka supaya tidak dianggap enteng dan
disepelekan maka Lukman menyarankan agar masing-masing mempunyai
pangkat kemiliteran. akhirnya nagabonar menerima pangkat jenderal.perundingan antara belanda dan jenderal nagabonar berlangsung, belanda
meminta kepada nagabonar untuk menunjukan lokasi markaz pasukan pada
peta, namun karena nagabonar tidak bisa bacatulis maka dia asal-asalan
saja menunjukan peta sehingga yang terjadi yang ditunjuk oleh Nagabonar
adalah bagian peta yang tekelupas dan tepat didaerah yang sudah
dikuasai oleh belanda.romantisme dan kisah cinta terjadi antara kirana dan nagabonar.
nagabonar melihat kirana sedang mandi, juga saat lukman mengoba
mendekati kirana nagabonar merasa cemburu.bujang meminta kepada nagabonar agar melamar kirana namun nagabonar
berpikir saat ini masih perang apa kata dunia jika dalam keadaan
berperang dia kawin. saat nagabonar hendak mengunjungi pondok kirana
mendadak demam dan malaria kambuh. padahal dia sudah mandi dengan sabun
mandi cap burung merak padahal sebelumnya nagabonar tidak pernah mandi
karena lukman melarang mandi supaya malaria tidak kambuh. setelah demam
berhenti barulah nagabonar bertemu dengan kirana.
bujang protes karena pangkatnya hanya mayor dia minta pangkat yang
lebih tinggi, nagabonar sudah berusaha protes pada lukman namun karena
lukman dianggap yang paling pandai dalam baga tulis dan terdidik maka
nagabonar kalah dalam berdebat. bujang protes karena dia merasa berani
sedang lukman dan yang lain hanya sebatas membantu logistik sedang dia
walau hanya bertugas membawa kursi utuk nagabonar namun dia berani
berperang dibarisan depan. dia meminta nagabonar supaya menyerang
markas belanda, karena sudah menghianati perjanjian gencatan senjata.
nagabonar melarangnya.
pagi-pagi sekali nagabonar bangun dan mendapati tanda pangkatnya hilang
bersama seragam dan topinya, maka dia berteriak-teriak memanggil lukman
. sesaat kemudian terdengar teriakan bahwa pasukan bujang kembali.
rupa-rupanya yang mengambil pangkat adalah bujang yang kemudian bersama
beberapa orang berangkat menyerbu markaz belanda.
nagabonar menyuruh anak buahnya untuk menghadap namun bujang sudah
meninggal tertembak belanda. nagabonar berkabung dan bersedih atas
meninggalnya kawan setianya, bahkan disaat diminta berpidato perpisahan
sesaat sebelum dikubur nagabonar menaikan pangkat Bujang menjadi sersan
mayor. singkat pidato nagabonar "sudah kularang bertempurnya kau
sekarang mati kau... kubur" kemudian nagabonar berlari kekamar menangis
sejadi-jadinya lukman menghibur dan berusaha menenangkan nagabonar yang
menangis keras.
nagabonar menemui kirana dipondokanya dan bercerita tentang Bujang,
nagabonar juga bercerita tentang pribadinya dan kirana mengatakan juga
bahwa dia juga senang kepada nagabonar. nagabonar meminta kepada emaknya supaya melamar kirana, maka emaknya
pun menemui kirana. emak berkata kepada kirana supaya tidak mempercayai
nagabonar karena emaknya sudah sering dibohongi oleh nagabonar,. emak
sudah sering dikecewakan oleh nagabonar disuruh mengaji, dan bersekolah
malah mencopet.
nagabonar yang menunggu tanggapan dari kirana kecewa atas ulah emaknya.
beberapa hari seseorang melapor kepada nagabonar bahwa mereka mendapat
kunjungan dari jenderal mariam. nagabonar bersiap menyambut sahabatnya
yang asli pencopet dan anak dari pencopet. mariam mengatakan bahwa dia
akan membawa kirana. namun nagabonar menahanya akhirnya diadakan
tanding catur siapa yang menang dia yang berhak atas kirana. nagabonar
yang sudah tau akan kalah menggunakan akalnya dia membuat matiam emosi
sehingga nagabonar menang. terjadi adu tembak antara pasukan nagabonar
dan mariam. mariam tertembak kakinya. dan menyerah. nagabonar sendiri
tanganya terkena serempetan peluru dari mariam. setelah maria pergi
nagabonar dirawat oleh kirana.
nagabonar mendapat kunjungan dari pohan yang mengabarkan bahwa akan
ditentarakanya pejuang-pejuang dan diatur dalam pemberian
pangkat-pangkat siapa yang layak mendapat gelar jenderal dan lain-lain.
berita tentang belanda sudah menghianati perjajian terdengar oleh
nagabonar dan nagabonar bersiap bertempur saat itulah kirana ikut
mendampingi jenderal nagabonar bertempur. belanda heran karena dia
yakin bahwa dia telah membunuh nagabonar sehingga mati. nagabonar ada
dua pikir belanda.
"HAY PEMUDA INDONESIA BANGKITLAH INDONESIA SUDAH MERDEKA"(seperti nagabonar saya pun lupa terusanya....)
salam untuk pecinta film indonesia(Didin/fakultas dakwah/IAIN Walisongo/Semarang)

Rabu, 30 April 2008

ini dia

saya mengambil dari gusmus,net semoga beliau meridhoinya demi untuk dakwah islamiyah.

"Allahumma a'innii 'alaa dzikriKa wahusni 'ibaadatiKa"

(Ya Allah ya Tuhanku, bantulah aku untuk berdzikir kepadaMu dan membaikan ibadahku kepadaMu)

Dibaca setiap habis shalat



mantap kan......

silahkan diamalkan semoga anda menjadi hamba yang baik.... Amin

pemimpin yang kita rindukan


beberapa hari lalu saya sangat terharu dengan tulisan yang saya dapat di gusmus.net yang terbit pada tanggal 11 maret. uh dalam banget sampe nangis dan ngrebes mili tak terasa betapa pemimpin kita sekarang sangat jauh dari dekat kepada rakyatnya.

Senin, 14 April 2008

wayang dan saya

Dalam Gandhengan Batara Dharma, Puntadewa mengikuti langkah sang penjaga gerbang yang tak lain adalah Batara Indra. Mereka berjalan melalui padang rumput hijau segar dipenuhi taman aneka bunga nan asri. Tak beberapa lama sampailah mereka di sebuah pintu gerbang, berukir indah, memancarkan cahaya berkilau. Tiba-tiba pintu itu terbuka dengan sendirinya, tanpa mengalami kesulitan Puntadewa masuk ke dalamnya.
"Betapa indahnya surga, lebih indah dari yang aku dibayangkan. Belum pernah aku merasakan kebahagiaan seperti saat ini."

Oleh karena kepenuhan kebahagiaan yang sempurna, Maka tidaklah mengherankan, decak kagum dan pujian penuh syukur hampir tak pernah berhenti terucap dari mulut Puntadewa. Pada saat yang membahagiaakn itu, Puntadewa teringat keempat adiknya, teringat akan sumpahnya untuk bersama-sama merasakan pahit manisnya kehidupan. Maka dicarinya keempat adiknya diantara orang-orang yang ada, namun tidak diketemukan.

Tiba-tiba mata Puntadewa terbelaklah melihat beberapa orang yang sedang melintas di depannya. Benarkah itu Duryudana, Dursasana dan para Kurawa lainnya. Mengapa mereka yang berperilaku tidak terpuji berada ditempat ini. Benarkah tempat ini adalah surga kebahagiaan nan abadi? Jika benar, mengapa masih ada perasaan tidak mengenakan, sehingga mengurangi kebahagiaanku. Perasaanku mengatakan, bahwa tempat ini bukan surga yang sebenarnya. Ada surga sejati yang abadi, surga kebahagiaan kekal dan tak berubah-ubah. Pasti keempat adikku berada di sana. Aku akan menyusul mereka.

"Jangan lakukan itu, Puntadewa"
"Mengapa Hyang Indra"
"Tempatmu di sini Puntadewa. Di surga."
"Berada disurga bersama Para Kurawa?"
"Itu adalah urusan Hyang Padha Wenang."
"Aku mengerti Hyang Indra. Bukankah surga adalah wujud kelimpahan rahmat yang dianugerahkan ketika manusia telah 'menyelesaikan' tugasnya sesuai dengan panggilan dharma."
"Itu Benar Puntadewa, dan engkau telah mendapatkan surga itu. Tetapi mengapa rahmat itu akan kau tinggalkan.?"
"Aku ingin setia akan sumpahku, seperti halnya aku setia akan panggilan darma."
"Tetapi Puntadewa, engkau tidak boleh menemui keempat adikmu"
"Mengapa Hyang Indra"
"Mereka ada di Neraka."
"Di Neraka!"

Puntadewa tersentak hatinya. Ia tidak dapat membayangkan betapa sakit dan sengsara keempat adiknya. Tanpa berpikir panjang, Puntadewa bergegas meninggalkan surga. menuju neraka, tempat adik-adiknya berada. Karena belum tahu jalannya, Puntadewa memohon kepada Hyang Darma menjadi penunjuk jalan. Dalam sekejab, mereka telah sampai di jalan setapak, dengan jurang menganga di kanan-kiri. Di jurang-jurang itulah tampaklah pemandangan yang mengenaskan dan mengerikan. Banyak orang terpanggang dalamkobaran nyala api abadi. Mereka menggeliat kesakitan tanpa dapat berbuat sesuatu. Ketika Puntadewa dan Bhatara Dharma lewat di jalan setapak itu, mereka berebut minta tolong dengan tangan terjulur, agar dientaskan dari jurang yang dipenuhi nyala api abadi.

Puntadewa tidak dapat membendung air matanya, tatkala melihat diantara kerumunan orang-orang yang minta tolong tersebut terdapat Bimasena, Harjuna, Nakula dan Sadewa. Nalurinya sebagai saudara tua terusik, Puntadewa menjulurkan tangannya hendak menolong keempat adiknya. Namun niat itu tidak pernah kesampaian. Jurang itu berada jauh di bawah dari jangkauan tangannya. Niat Puntadewa telah bulat, ia ingin berada diantara keempat adiknya. Maka kemudian ia meloncat turun di jurang api abadi. Api neraka. Apa yang dilakukan merupakan wujud kesetiaan abadi. Kesetiaan yang senantiasa dipelihara, diperjuangkan dan bahkan membutuhkan pengorbanan. Dan Puntadewa percaya, dalam kesetiaan yang demikian, ia tetap selalu ada di garis rahmatNya, walupun harus dibakar oleh panasnya api.

Melihat kejadian itu, Batara Indra dan Batara Darma kebingungan. Mereka tidak tahu apa yang mesti dilakukan. Tugas mereka adalah untuk mengantar Puntadewa ke dalam Surga. Tetapi yang terjadi kemudian bahwa Puntadewa memaksakan diri masuk ke neraka. Maka segera mereka menghadap Hyang Pada Wenang, melaporkan apa yang telah terjadi.

"Ampun Hyang Pada Wenang, kami berdua siap menerima murkaMu, karena tidak dapat mencegah ketika Puntadewa meloncat ke api neraka."
"Aku tidak akan murka. Itu semua memang berada dalam rencanaku. Aku sendirilah yang telah mengujinya. Dan ia telah selesai dan lulus. Puntadewa sungguh 'manusia sempurna,'. Surga Abadi Aku anugerahkan kepadanya."

Bersamaan dengan Sabda Hyang Pada Wenang, tempat di mana Puntadewa berada berubah menjadi Surga Abadi. Semua bersorak penuh syukur. Puntadewa telah menyelamatkan banyak orang. Dalam waktu yang bersamaan, tempat di mana Duryudana berada, berubah menjadi Lautan Api Abadi. Semua orang berteriak kepanasan. Duryudana telah menyengsarakan banyak orang.